<![CDATA[Sekolah Alam Cikeas - Kelas 5]]>Thu, 14 Feb 2019 14:13:56 +0700Weebly<![CDATA[SD5 Robusta]]>Mon, 22 Oct 2018 04:12:28 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-5/sd5-robusta
Selamat Datang di SD 5 Robusta!
Indonesia adalah negara maritim yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari kepulauan yang dipisahkan lautan. Selain sebagai negara maritim, Indonesia adalah negara agraris, dimana banyak dari penduduk Indonesia memiliki mata pencaharian dalam bidang pertanian. Banyak hal yang bisa digali dari pengetahuan agraris ini.
Berangkat dari itu, maka pada tahun ini , Sekolah Alam Cikeas mengambil tema pertanian. Salah satu komoditas agraris Indonesia yang terbesar namun jarang sekali orang tahu adalah kopi. Indonesia menempati posisi ke-4 setelah Kolumbia dalam menghasilkan kopi. Lokasi yang cocok untuk menanam kopi dijuluki 'sabuk biji', yang terletak di wilayah tropis sebelah utara dan selatan garis Khatulistiwa (23 derajat Utara dan 23 derajat Selatan). Dari sebagian besar jenis kopi yang tumbuh di Indonesia adalah Arabica, Robusta, Liberica hingga Excelsa. Dari ragam tersebut, Arabica dan Robusta adalah varietas terbesar yang ada di Indonesia dan digunakan di sebagian besar coffee shop atau kedai kopi.

Robusta adalah varietas kopi yang terbanyak yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, hal tersebut menjadi alasan kami memberi nama kelas SD 5 dengan nama Robusta, yang penuh dengan harapan siswa dan siswi SD 5 Robusta bisa menjadi manfaat yang luas untuk masyarakat sekitarnya.

SD 5 Robusta dibimbing dan diajar oleh Pak Putra dan Bu Fidha. Dan terdiri dari 19 siswa yaitu : Aisha, Aqeela, Cinta, Asha, Bagas, Devo, Adhit, Yudhis, Kalin, Kanaya, Kayana, Luna, Ahmad, Wildan, Farrel, Kevin, Arfa, Rayan, dan Hakim.

Main-main ke kelas kami ya!
]]>
<![CDATA[Hebohnya Menonton Asian Para Games]]>Fri, 12 Oct 2018 02:30:00 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-5/hebohnya-menonton-asian-para-games
By Jassynta
SD 5 Arabika

Hari Kamis, tanggal 11 Oktober 2018, aku membuka mataku dari mimpi di tidurku. Saat itupun aku sadar bahwa aku dan teman-temanku, guru-guruku, orang tuaku dan beberapa orangtua dari teman-temanku akan menonton Asian Para Games di GOR POPKI Cibubur. Itulah alasan terbesar yang membuatku bangun pagi dengan penuh semangat. 
Jadi aku langsung bergerak cepat untuk mandi. Biar kompak dan eye catching kamipun diminta untuk memakai baju kuning dan rompi SAC. Setelah siap akupun berangkat ke sekolah untuk berangkat bersama teman-teman menuju GOR POPKI. Sesampainya di kelas, kami melakukan open class terlebih dahulu. Setelah itu baru kami langsung berangkat. Kami dibagi ke beberapa mobil. Ada mobilku, mobil Kania, mobil Kayana, mobil Sakha, mobil Wildan, mobil Abhi, mobil Kevin dan mobil Nabil.

Kurang lebih kami menempuh setengah jam dari Sekolah Alam Cikeas ke GOR POPKI. Setelah sampai di GOR POPKI, kami harus menunggu lagi kurang lebih sepuluh menit untuk memakai tiket berupa gelang yang selanjutnya diberi cap ketika kami memasuki stadion. Kami masuk ke dalam stadion tepat dua setengah menit sebelum pertandingan dimulai.

Tak terasa satu jam pertandingan anggar putra antara Indonesia melawan Korea telah berlalu, tapi sayang tim dari Indonesia tidak masuk final. Selanjutnya semua istirahat dan kami harus menunggu satu jam lagi. Akhirnya sekarang giliran tim anggar putri dari Indonesia melawan tim anggar putri dari Jepang. Kami semua bersorak-sorak dan berteriak “INDONESIA!!” sekencang-kencangnya. Tapi sayang tim putripun masih belum bisa meraih kemenangan.

Walau Indonesia tidak masuk final, kami akan tetap bangga kepada atlet-atlet Indonesia. Tak terasa sudah tiga jam kami menonton pertandingan Anggar Asian Para Games di GOR POPKI. Sekarang waktunya kembali ke sekolah, namun tidak lupa, sebelum pulang, kami semua meminta tanda tangan para atlet-atlet hebat Indonesia itu. Kami bersyukur mendapat kesempatan bisa melihat dan mengenal orang-orang yang telah berjuang demi Indonesia walau mereka mempunyai kekuarangan fisik. Yaa.. sayangnya aku hanya mendapat empat tanda tangan dari atlet-atlet yang luar biasa itu. Tapi aku tetap bersyukur, dibalik kekurangan fisik yang terlihat oleh mataku, aku bisa melihat semangat dari hati mereka yang terasa di hatiku. Kami sangat bangga melihat para atlet Anggar ini. Kata-kata terakhir yang bisa kami katakan adalah, “Terima kasih banyak atas perjuangannya”.

Akhirnya kami pulang kembali ke sekolah dengan selamat. Sesampainya di kelas aku langsung berfikir tentang apa saja yang telah kulakukan tadi. Aku dan yang lainnya menonton pertandingan Anggar di Asian Para Games dengan histeris, semangat dan rasa bangga di dalam hati. Banyak orang yang bertubuh lengkap tetapi belum tentu bisa melakukan seperti yang para atlet itu lakukan. Itulah yang spesial dari Asian Para Games 2018. Empat tanda tangan yang telah kudapat akan kuhargai sampai aku besar. Setelah makan aku beribadah kepada Tuhan Yang maha Esa. Ingat... bersyukur adalah kunci sukses dunia akhirat. Sekian dari saya Jasynta. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 

​PengALAMan adalah sekolah terbaik.
]]>
<![CDATA[Organ Gerak Manusia]]>Mon, 21 May 2018 06:33:49 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-5/organ-gerak-manusia
Siswa-siswi SD 5 Rajawali telah belajar mengenai organ gerak manusia, salah satunya adalah rangka pada manusia. Pembelajaran mengenai rangka diterapkan dengan membuat sebuah objek kreatifitas. Para siswa membuat boneka dari kertas daur ulang yang sudah direndam selama satu malam.
Sambil menunggu perendaman, siswa membuat rangka dari besi ukuran kecil. Hari berikutnya, kertas yang sudah direndam tersebut dicampur dengan ragi yang sudah dipanaskan. Campuran rendaman kertas dan ragi kemudian diperas hingga tidak ada air yang menetes. Lalu, campuran tersebut ditempelkan pada rangka besi yang sudah dibuat dan dijemur hingga mengering.

Selain memahami pelajaran Science, siswa juga diajak menyalurkan kreativitasnya, serta mengetahui cara mendaur ulang kertas atau cara menggunakan kembali barang-barang yang sudah tidak digunakan. Siswa menyusun rangka manusia yang berfungsi sebagai penyangga tubuh. Rangka tersebut lalu dilapisi dengan kertas daur ulang sampai terbentuk bentuk tubuh manusia. Siswa  merasa sangat antusias dan senang melakukan kegiatan ini. Kegiatan seni kreatifitas dapat diintegrasikan dengan pembelajaran Science dengan membuat hasil karya rangka manusia. Setelah hasil karya ini jadi, setiap kelompok akan melakukan presentasi menjelaskan proses pembuatan dan penjelasan tentang rangka pada manusia
]]>