<![CDATA[Sekolah Alam Cikeas - Kelas 6]]>Sun, 25 Apr 2021 11:41:41 +0700Weebly<![CDATA[MENGHITUNG KELILING DAN LUAS BUNGA MATAHARI, TA 2019/2020]]>Thu, 01 Apr 2021 02:59:19 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-6/menghitung-keliling-dan-luas-bunga-matahari-ta-20192020
Heliantus annus atau bunga matahari adalah bunga yang populer sebagai tanaman hias dan bunga potong. Memiliki keunikan pada kepala bunganya yang besar dan berdiameter lebar yang bisa mencapai 30 cm. Kemudian warnanya yang mencolok, pada umumnya berwarna kuning menyala, tentu saja menambah daya tariknya. Bunga Matahari juga memiliki perilaku khas, yaitu bunganya selalu menghadap / condong ke arah matahari atau heliotropisme.

Hamparan kebun bunga matahari di hadirkan di Sekolah Alam Cikeas. Kebun yang indah dengan warna kuning yang mendominasi memberikan pemandangan yang segar untuk seluruh warga sekolah ataupun tamu yang berkunjung. Tidak hanya sebagai pemandangan, kebun bunga matahari pun dijadikan sebagai media belajar bagi seluruh siswa Sekolah Alam Cikeas.
Lingkungan Sekolah Alam Cikeas merupakan laboratorium alami yang dapat digunakan untuk sarana belajar siswa. Siswa SD6 menjadikan bunga matahari yang ada di kebun sebagai media belajar Matematika. Pada materi menghitung keliling dan luas lingkaran, siswa mengukur keliling dan luas lingkaran bunga matahari.  Pengukuran dilakukan dari waktu ke waktu sehingga selain siswa terlatih menghitung keliling dan luas lingkaran, siswa pun mengetahui perkembangan ukuran bunga matahari dari awal mekar hingga bunganya sudah mulai menunduk dan siap untuk dipanen. Selain kemampuan kognitif, sikap spiritual siswa pun terasah. Tumbuh kecintaan siswa terhadap alam semesta dan Sang Pencipta sehingga mereka akan selalu menghargai dan menjaga alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
]]>
<![CDATA[‚ÄčKelas 6 Bama]]>Tue, 12 Nov 2019 17:00:00 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-6/kelas-6-bamaPicture
Di tahun ajaran 2019/2020 kali ini, nama kelas di Sekolah Alam Cikeas betemakan “Pantai Indonesia”. Untuk kelas 6 kita memilih Pantai Bama dan Pantai Bangsring. Kenapa kedua pantai ini yang kami pilih? 

Karena kedua pantai ini sudah pernah kami kunjungi ketika melaksanakan OUTCAMP ke Banyuwangi di tahun ajaran 2018/2019.
Kelas Bama sendiri berjumlah 18 siswa, yang terdiri dari 10 orang lelaki yaitu Sakha, Atthala, Barra, Devo, Adit, Wildan, Farrel, Nabil, Surya, dan Hakim. Siswa perempuannya ada 8 orang yaitu Aida, Aisha, Asha, Aurel, Kalin, Kayana, Khalila, dan Keisha. Fasilitator kelas 6 Bama adalah Pak Dicky dan Bu Ely.

Sekilas tentang Pantai Bama. Pantai Bama termasuk ke dalam wilayah Situbondo. Untuk sampai ke lokasi pantai, pengunjung harus melewati gerbang masuk Taman Nasional Baluran yang berada di jalan Banyuwangi-Situbondo km 35, Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih.

Pantai Bama dikenal sebagai pantai dengan air jernih dan hamparan pasirnya yang putih. Selain itu, sebagai habitat bagi sekawanan hewan liar, seperti kera dan berbagai burung langka endemik Jawa Timur. Lokasi pantai ini dikelilingi oleh tumbuhan mangrove yang menjadi keunikan pantai Bama.
]]>
<![CDATA[Exhibition of Waste]]>Mon, 11 Nov 2019 17:00:00 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-6/exhibition-of-wastePicture
Market Day SD 6 Bama-Bangsring

Market Day merupakan salah satu kegiatan wajib Sekolah Alam Cikeas di tingkat SD. Kegiatan ini memuat banyak nilai yang sejalan dengan visi Sekolah Alam Cikeas seperti nilai kepemimpinan, akhlak, komunikasi, kreativitas, tanggung jawab, kerjasama, kemandirian, dan kewirausahaan.

Selasa 12 November 2019, SD6 Bama dan Bangsring melaksanakan Market Day dengan konsep eksibisi bertemakan "Save Our Earth".
Tema tersebut diangkat mengingat Indonesia kini sudah memasuki kondisi darurat terhadap sampah, khususnya sampah di laut. Berdasarkan pernyataan dari Dirjen Pengelolaan Ruang Laut, Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Hendi Koespramudya, menyebut bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-2 penyumbang sampah laut terbanyak, dan penggunaan plastik di Indonesia masih berada di angka yang sangat tinggi yaitu 64 juta ton per tahun.

Dalam eksibisi tersebut, Siswa SD6 fokus mengangkat fakta, bahaya serta penanggulangan dari sampah kertas, elektronik, dan plastik. Rangkaian kegiatan di eksibisi ini terdiri dari tur eksibisi, yaitu mendengarkan penjelasan tentang sampah serta melihat display kerajinan dari barang bekas yang dibuat oleh seluruh siswa SD6 saat mata pelajaran Art yang terintegrasi dengan kegiatan ini. Kemudian mini teater, yaitu menonton video dokumenter mengenai fakta bahaya sampah di Indonesia, serta workshop membuat gantungan kunci dari sampah plastik. Seluruh kegiatan tersebut dilakukan langsung oleh para siswa SD6 selaku petugas pelaksananya.

Harapan dari kunjungan ke eksibisi ini adalah anak-anak tak hanya mampu mengetahui fakta serta bahaya sampah, tapi juga mampu bertindak langsung dalam menjaga lingkungannya, seperti semakin sadar untuk memilah saat membuang sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, tidak malu untuk menggunakan kembali barang yang sudah dipakai, serta tidak malu dalam mengingatkan sesama tentang pentingnya lingkungan demi bumi yang lebih baik (Hanifa Muslimah)
]]>
<![CDATA[SD6 Agroforestry]]>Mon, 22 Oct 2018 05:31:37 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-6/sd6-agroforestry
​Hai…
Perkenalkan…
Kami adalah SD 6 Agroforestry.
Kami adalah anak-anak ceria yang siap untuk belajar di Sekolah Alam Cikeas.
Tahun ini Sekolah Alam Cikeas mengusung tema “Pertanian” untuk nama-nama kelasnya dan nama kelas kami adalah Agroforestry.
Kalian tahu apa itu Agroforestry?
Agroforestri adalah budidaya tanaman kehutanan (pohon-pohon) bersama dengan tanaman pertanian (tanaman semusim).
Agroforestri merupakan suatu sistem pengelolaan lahan untuk mengatasi masalah ketersediaan lahan dan peningkatan produktivitas lahan.
Nama kelas kami bagus yaahh…
 
Ada siapa saja di kelas SD 6 Agroforestry?
Di kelas SD 6 Agroforestry berjumlah 26 murid yang terdiri dari 9 murid perempuan dan 17 murid laki-laki yaitu:
Yodha, Adrian, Caca, Alif, Tasya, Abi, Arya, Dinar, Gathar, Icha, Maxzi, Naya, Alfred, Kiara, Faris, Marsya, M. Danish, Vari, Najla, Naufal, Radit, Raissa, Rakha, Rayyan, Reihan, dan Ruby.
 
Main-main ke kelas kami yaaaahhhh…
]]>
<![CDATA[SD6 Agronomi]]>Mon, 22 Oct 2018 04:40:39 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-6/sd6-agronomi
Apa itu Agronomi?
Agronomi berasal dari kata Latin agros yang dimaksud berarti kebun dan nomos yang dimaksud berarti pengelolaan sehingga agronomi berarti adalah ilmu yang mempelajari pengelolaan tanaman pertanian dengan lingkungan tumbuhnya untuk memperoleh produksi yang maksimum & yang berkelanjutan.
Agronomi adalah cabang ilmu pertanian dimana berhubungan dengan studi tentang tanaman & dengan tanah tempat tanaman tumbuh.
 
Apa yang dilakukan ahli agronomi pada ilmu ini?
Ahli agronomi bekerja untuk mengembangkan metode yang dimaksud akan memperbaiki penggunaan tanah dan meningkatkan produksi tanaman pangan dan juga yang kaya serat.
 
Pemilihan nama kelas kami menjadi kelas SD 6 Agronomi dengan harapan kami pun dapat meningkatkan produksi prestasi sekolah kami dengan segala potensi yang kami miliki.
 
SD6 Agronomi dibimbing dan diajar penuh kasih sayang dan kesabaran oleh Ibu Ayu dan Bu Mira. Kedua guru hebat tersebut mengajarkan kami yang berjumlah 25 siswa. Kami adalah Aisha, Alvaro, Annida, Arsya, Jordan, Bryan, Tata,  Dahayu, Danish, Addo, Dhimas, Fawwaz, Gily, Elo, Ian, Rapsha, Hafizh, Naira, Najla, Nara, shakira, Radhit, Raffan, Daniel, Sarah.
]]>
<![CDATA[SD6 Agroteknologi]]>Mon, 22 Oct 2018 04:24:45 GMThttp://sekolahalamcikeas.sch.id/kelas-6/sd6-agroteknologi
Ini tentang kelas VI (enam) Agroteknologi. Kelas ini berisi siswa berjumlah 25 siswa, 16 diantaranya adalah laki-laki dan 9 perempuan. Mereka ini diantaranya adalah Fauzan, Alya, Athaya, Bojan, Fadhi, Naya, Jordan, Karin, Kayla, Keita, Langit, Minori, Akram, Faishal, Raya, Rafi, Zafien, Eca, Raka, Khayira, Razan, Ricky, Asa, Rizqu, dan Zaidan. Kelas yang berlokasi di kelas bata lantai 2 bersebrangan dengan masjid Al-Ikhlas Sekolah Alam Cikeas memiliki dua fasilitator yang cantik-catik karena keduanya adalah perempuan mereka adalah ibu Zuriyati dan ibu Engga Swari.
Mungkin kamu pernah mendengar istilah “agroteknologi”, atau kadang disebut juga “agroekoteknologi”. Istilah tersebut adalah salah satu disiplin ilmu di dalam rumpun ilmu pertanian.

Lebih lanjut, kita akan bahas terlebih dahulu pengertian dari agroteknologi ini. Berasal dari dua kata yaitu agro dan teknologi. Agro berasal dari agronomi yaitu ilmu yang mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pertanian baik teori maupun prakteknya. Sedangkan teknologi sangat dekat dengan sains dan rekasaya. Jadi agroteknologi ini adalah rumpun ilmu pertanian yang mempelajari mengenai rekayasa dalam sektor pertanian.

Tapi, teknologi di sini bukan soal mesin-mesin lho, tapi lebih ke bagaimana kita merekayasa komoditas-komoditas tertentu dalam sektor pertanian. Misalkan, rekayasa bibit, proses pengolahan, proses panen hingga produksi pasca panen. Contohnya nih bagaimana membuat bibit unggul. Bagaimana menyingkat umur panen suatu tanaman pertanian. Bagaimana meningkatkan volume panen dan sebagainya.

Sederhananya, agroteknologi mempelajari bagaimana pengolahan bahan pangan dimulai dari mentah hingga panen dan hal-hal yang berkaitan dengannya seperti tanah sebagai media tanam, pupuk dan sebagainya.

Nah, setelah kita tahu pengertian singkat dari arti kata Agroteknologi ini maka biar lebih akrab akan diceritakan sedikit tentang para penghuni yang ada di kelas Agroteknologi ini. Siswa kelas Agroteknologi ini paling serius kalau lagi belajar Matematika, karena sudah kelas enam meraka benar-benar antusias dan termotivasi untuk lulus dan mendapatkan nilai yang tinggi di Ujian Nasional.

Siswa kelas enam Agroteknologi juga banyak lho yang berprestasi, salah satunya dalah Keita yang sering banget ikut perlombaan Gymnastic baik tingkat antar klub, tingkat nasional hingga tingkat internasional. Jangan tanya masalah prestasinya, tentu Keita sering mendapatkan predikat juara. Selain Keita, ada juga Athaya dan Minori yang sering ikut lomba pertandingan Taekwondo dan pasti mengharumkan nama sekolah dan juga klubnya karena memboyong piala sebagai juara. Tidak hanya mereka bertiga saja, 22 siswa yang lain pun sedang mengasah bakatnya dan fokus belajar untuk persiapan Ujian Nasional.
]]>