Haru dan Bangga! SMA Sekolah Alam Cikeas Lepas 7 “Pendekar” Angkatan 6 Nibrass Mandrakanta AbhinayaCikeas, 12 Mei 2026






Suasana haru sekaligus kebanggaan menyelimuti ruang acara Graduation SMA Sekolah Alam Cikeas pada Selasa pagi, 12 Mei 2026. Sebanyak 7 orang siswa kelas 12 secara resmi dinyatakan lulus dalam pelepasan angkatan ke-6 yang diberi nama Nibrass Mandrakanta Abhinaya, bermakna “Berkembang Bersama”.
Ketujuh alumni ini pun mendapatkan julukan spesial dari Direktur Sekolah Alam Cikeas, Bapak Dodi Mawardi, yaitu “7 Pendekar”.
Angka 7 dipilih karena memiliki makna filosofis yang mendalam, mulai dari bumi 7 lapis, langit 7 lapis, seminggu 7 hari, hingga pintu surga yang berjumlah 7.
“Semoga para pendekar ini membawa kebaikan dan cahaya ke mana pun mereka melangkah,” ujar beliau dalam sambutannya.
Kepala Sekolah: Bersyukur Atas Pengalaman yang Tak Biasa
Dalam sambutannya, Kepala SMA Sekolah Alam Cikeas, Bapak Hafrizal, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh alumni yang telah menyelesaikan seluruh program pembelajaran dari kelas 10 hingga 12.
Beliau juga mengingatkan bahwa tidak semua siswa seusia mereka di luar sana mendapatkan pengalaman berharga seperti yang telah dirasakan oleh para alumni.
“Bersyukurlah karena kalian sudah mampu melewati masa-masa berat di usia remaja sehingga kalian bisa berdamai dengan diri sendiri. Itu bagian mahal dalam perjalanan hidup kalian,” pesan beliau.
Sambutan Orang Tua: “Kami Tidak Melepas Anak yang Sempurna, Tapi yang Siap”
Momen paling menyentuh datang dari sambutan perwakilan orang tua alumni angkatan 6, Ibu Trias Warahanjani, orang tua dari Rafael Muhammad Fazli. Dengan suara bergetar namun penuh keyakinan, Ibu Trias membacakan pesan yang mewakili perasaan setiap orang tua.
Dalam sambutannya, ia mengungkapkan bagaimana awalnya para orang tua sempat ragu dan khawatir ketika anak-anak pulang dengan sepatu berlumpur dan cerita petualangan, bukan tumpukan PR. Namun hari ini, kekhawatiran itu terjawab sudah.
“SAC bukan sekadar sekolah; ia adalah tanah tempat akar karakter anak-anak kita tumbuh.
Hari ini kita tidak melepas anak yang sempurna. Kita melepas anak yang siap-siap jatuh, siap bangkit, siap belajar dari alam dan kehidupan.”Ia juga menyampaikan rasa bangga yang luar biasa kepada seluruh guru dan fasilitator yang disebutnya sebagai “petani” yang sabar.
Para guru, lanjutnya, tidak pernah memaksakan bunga mawar menjadi melati, melainkan merawat setiap keunikan anak dengan kasih sayang.
Prestasi Membanggakan
Salah satu momen kebanggaan yang turut disebutkan adalah keberhasilan putra Ibu Trias, Rafael Muhammad Fazli, yang menembus sekolah negeri favorit melalui jalur prestasi.
Hal ini menjadi bukti nyata bahwa lulusan SMA Sekolah Alam Cikeas mampu bersaing di mana pun dengan kualitas yang gemilang.“Ini bukan akhir, ini adalah gerbang baru.
Nilai-nilai kemandirian dan kepemimpinan yang kalian dapatkan di sini adalah bekal terbaikmu,” pesan Ibu Trias kepada seluruh alumni.
Pesan untuk Para “Pendekar” Nibrass Mandrakanta Abhinaya
Acara ditutup dengan pesan haru dari para orang tua dan guru: agar para alumni tak pernah melupakan aroma tanah Cikeas setelah hujan, semangat kolaborasi, dan kerendahan hati yang diajarkan alam.
Mereka diingatkan untuk tetap menjadi pemimpin yang melayani, pembelajar yang rendah hati, serta pribadi yang bermanfaat bagi semesta.
“Di mana pun kalian berada di kampus, di kota besar, di negeri seberang, jangan pernah lupa: akarmu di sini. Di lumpur ini. Di tanah ini. Di Sekolah Alam Cikeas.
”Selamat kepada Angkatan 6 Nibrass Mandrakanta Abhinaya. 7 Pendekar yang siap terbang tinggi!
Bravo SAC! Teruslah melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi semuanya. 💚🌿Penulis: Harfizal

