Belajar dari alam berarti memahami cara menjaga keseimbangannya. Melalui kegiatan pembuatan pestisida nabati, Sekolah Alam Cikeas mengajak para siswa mengenal alternatif pengendalian hama yang aman, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Foto-foto ini merekam proses belajar yang aktif, kolaboratif, dan penuh antusiasme—sebuah pembelajaran nyata yang tidak berhenti di ruang kelas.
Dengan bimbingan fasilitator, siswa diperkenalkan pada berbagai bahan alami dari lingkungan sekitar, seperti daun sirsak (Annona muricara) dan lidah buaya (Aloe vera), yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida alami. Mereka belajar menimbang, mencampur, menghaluskan, hingga menyaring bahan menggunakan alat sederhana. Proses ini melatih keterampilan sains dasar sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu dan kepekaan terhadap lingkungan.
Lebih dari sekadar praktik teknis, kegiatan ini menanamkan pemahaman penting bahwa tidak semua masalah pertanian harus diselesaikan dengan bahan kimia. Pestisida nabati menjadi contoh nyata bahwa alam telah menyediakan solusi—asal manusia mau belajar, mengolah, dan menggunakannya secara bijak. Anak-anak pun belajar tentang dampak pestisida kimia terhadap tanah, air, dan makhluk hidup lain, lalu membandingkannya dengan manfaat solusi alami.
Kegiatan pembuatan pestisida nabati ini menjadi bagian dari pendidikan karakter di Sekolah Alam Cikeas: bertanggung jawab, peduli lingkungan, dan berpikir berkelanjutan. Dari tangan-tangan kecil yang meracik larutan alami, tumbuh kesadaran besar tentang pentingnya menjaga bumi. Inilah pembelajaran hidup—di mana ilmu, alam, dan nilai-nilai kehidupan bertemu dalam satu pengalaman bermakna 🌿

