
Di tengah dominasi layar gadget, interaksi manusia sering kali terjebak dalam formalitas semu. Kita terbiasa memberikan “like” tanpa benar-benar peduli, atau mengirim pesan singkat tanpa rasa. Fenomena ini menciptakan ego digital, di mana koneksi terasa luas namun hampa secara emosional. Sekolah Alam Cikeas menyadari bahwa pendidikan karakter tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas.…
Search
ARSIP