
Delapan Belas Tahun Dedikasi untuk Kelestarian Lingkungan Selama delapan belas tahun, Sekolah Alam Cikeas telah teguh berkomitmen menjaga kelestarian bumi. Sejak awal berdiri, misi utama sekolah ini adalah membentuk generasi yang cinta lingkungan. Fokusnya tidak hanya terbatas pada pendidikan karakter, namun juga pada langkah konkret dalam menekan emisi CO2e. Melalui berbagai inovasi hijau dan praktik…
Ada yang bilang, karakter anak tidak terbentuk di dalam kelas. Terbentuknya di momen-momen yang tidak terduga, saat tas terlalu berat, saat api susah menyala, atau saat teman sekelompok mulai panik dan kamu harus jadi yang paling tenang. Itulah yang terjadi di Gunung Pancar, 6–7 Mei 2026. Sebanyak 41 siswa SD 3 Lundura dari kelas Laron…
5 Alasan Mengapa Nature Play Day Sekolah Alam Cikeas Jadi Pilihan Tepat Liburan Edukatif Si Kecil Nature Play Day di Sekolah Alam Cikeas menawarkan pengalaman liburan tak terlupakan. Pertama, anak belajar langsung dari alam. Kedua, mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Ketiga, melatih kemampuan sosial melalui interaksi. Keempat, meningkatkan rasa cinta lingkungan. Kelima, pengalaman belajar yang menyenangkan!…
Dalam ruang belajar terbuka, peran guru mengalami transformasi fundamental. Guru tidak lagi menjadi pusat otoritas tunggal, melainkan sebagai fasilitator.
Penerapan lubang biopori membuktikan bahwa langkah sederhana dapat menjadi solusi nyata dalam menjaga ketersediaan air tanah saat musim kemarau melanda.
Pulau Tidung dipilih karena menjadi representasi ekosistem Kepulauan Seribu yang kaya namun rentan. Di balik pesona terumbu karang dan rimbunnya mangrove, pulau ini menghadapi tantangan serius berupa sampah plastik dan ancaman degradasi lingkungan.
Pengelolaan sampah mandiri memberikan keuntungan ganda. Dari sisi ekonomi, memungkinkan kita menjual material daur ulang atau menjadi pupuk kompos yang berharga
Sekolah Alam Cikeas hadir sebagai oase hijau di tengah kehidupan urban. Terletak jauh dari kebisingan kota, sekolah ini menawarkan lingkungan asri dan bersih.
Fenomena El Niño membawa ancaman serius berupa kemarau panjang yang memicu krisis air bersih di berbagai wilayah Indonesia. Penurunan curah hujan drastis menyebabkan sumber air menyusut, mengancam ketahanan pangan, serta mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Ketika kita membuang makanan, sebenarnya kita juga membuang sumber daya yang digunakan untuk memproduksinya, seperti air, energi, dan tenaga manusia.
Search
ARSIP